Mengejar Pembunuh Munir (Sampai Kapanpun!)

Thursday, September 09, 2010

Pria sederhana yang merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara ini dikenal sebagai pejuang HAM sejati. Pada kawan-kawannya, ia tak pernah berhenti mengajarkan toleransi, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, anti kekerasan dan berjuang tanpa kenal lelah dalam melawan praktek-praktek otoritarian serta militeristik.

Ia pernah menangani beberapa kasus seperti Araujo yang dituduh sebagai pemberontak melawan pemerintahan Indonesia untuk memerdekakan Timor timur dari Indonesia pada 1992, kasus Marsinah (seorang aktivis buruh) tahun 1994, tragedi Nipah (Madura), dan masih banyak lagi. Ia juga dikenal aktif mendampingi korban dan keluarga korban penghilangan secara paksa, khususnya yang menimpa 24 aktivis politik dan mahasiswa di Jakarta pada tahun 1997 hingga 1998. Dengan rentetan aktifitasnya, sungguh tak mengherankan bila sosok Munir bikin gerah beberapa oprang. Spekulasi ini juga merebak saat Munir tewas pada 7 September 2004, di pesawat Garuda GA-974 kursi 40 G dalam sebuah penerbangan menuju Amsterdam, Belanda. Perjalanan itu adalah sebuah perjalanan untuk melanjutkan study-nya ke Universitas Utrecht. Ia dibunuh dengan menggunakan racun arsenik yang yang ditaruh ke makanannya.