Selamat Tahun Baru Lah..........

Wednesday, January 03, 2007

Sorry terlambat. Tapi, selamat tahun baru. Selamat meninggalkan masa lalu, dan mulai melangkah di tahun yang baru. Biar tak dianggap sok, biar tak dianggap ingkar pada nasehat Pram (itu, soal jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah), kita pasti diajak berpikir menjalani masa lalu sebagai cermin. Ah, sinis. Selalu sinis. Sinisme seperti darah dan daging yang wajar melekat di tubuh. Maksud saya, di jaman yang super sinis seperti sekarang. Pernah, ketika mau berangkat ke kantor, aku melihat tetangga jatuh dari genting. Gedebug! Busyet. Tak ada yang menolong. Sempat ada yang ngintip dari balik korden ruang tamu, tapi puss... Jadi deh tangan penuh bercak darah. Ada ucapan teriam kasih. Tapi terasa sangat ganjil. "Sumpah bu, saya nggak butuh duwit". Ah, hidup yang sinis. Lalu kapan hari. Saat jalan-jalan di jalan tikus Banyu Urip Surabaya. Mendengar celetuk ibu-ibu yang asyik berbuang cerita. Tentang si itu yang menjual bayinya demi televisi 21 inch. Atau si ini yang nekad meninggalkan istrinya yang sekarat demi selangkangan seorang pelacur. Hmm, apa ini akan tetap ada di tahun baru?

*** Sorry, gak ada gambar kartun... malesss